AYCS.COM, Jakarta - Memiliki bentuk tubuh yang ideal, kulit halus, mulus, wajah genit dan manis, berpakaian minim dan jago menggoda mungkin menjadi salah satu syarat untuk menjadi cewek SPG.
Sales Promotion Girl mungkin menjadi salah satu ujung tombak dari
perusahaan dalam menjual produk dan menggaet calon konsumen. Namun pernah kalian berfikir darimana para produsen tersebut dapat
mengumpulkan cewek seksi dan hot dengan kriteria tertentu dalam jumlah
banyak dalam waktu singkat. Biasanya cewek-cewek manis dan cantik ini
tentu saja diasuh dalam sebuah agen yang sudah memiliki banyak pemesan
atau klien.
Meskipun mereka diasuh dalam satu agensi, namun mereka adalah pekerja
lepas atau freelance. Di Indonesia sendiri agen SPG sudah berkembang
sangat besar dan sejak lama. Hal ini tentu saja karena banyaknya deman (permintaan),
jenis dan bentuk perusahaan penyalur pun berbeda-beda ada yang individu
ada juga yang dikelola secara profesional dan juga freelance sebagai
agen SPG, Model bahkan sampai artis.
Lantas apa saja keuntungan yang didapatkan cewek yang berprofesi
sebagai SPG jika bergabung dalam agensi tertentu? Tentu saja
keuntungan sangat banyak, yang pertama tentu saja uang saku yang
didapatkan selama menjalankan tugas sebagai SPG. Bayarannya pun sangat
fantantis namun bergantung dengan dengan eventnya.
Salah satu event yang
dikenal dengan bayaran mahal adalah ajang IMMS yang akan membuat
seorang SPG mendapatkan bayaran sampai 1 juta rupiah untuk enam jam dan
10 juta sampai event selesai yang mungkin hanya berjalan selama 10 hari.
Selain itu para SPG cantik ini akan mendapatkan jaminan untuk
mendapatkan kerja karena para produsen tentu saja tidak mau mengambil
resiko untuk mempekerjakan SPG yang tidak berpengalaman, sedangkan melalui agen, mereka tentu saja sudah mendapatkan paling tidak pelatihan
dasar.
Memanfaatkan pesan berantai
Fanny Nugraha salah satunya, Co-Founder dari SynergyLinkco yang
merupakan agen penyalur SPG mengatakan jika pekerjaan SPG menganut
prinsip suplay and demand. Fanny bercerita jika biasanya perusahaan akan
memesan SPG untuk produk makanan, rokok dan gadget. Sedangkan teknik
yang digunakan untuk mempromosikan anak asuhnya, Fanny memanfaatkan
pesan berantai.
Menurut pria berusia 30 tahun ini, menjadi penyalur dan agen SPG tentu
saja butuh kesabaran. Banyaknya saingan dan juga event adalah penentu
keberhasilan, meskipun demikian agency-nya sudah berpengalaman menangani
SPG selama 5 tahun.
Fanny mengakui jika masalah dalam menyalurkan SPG adalah cara memikat
calon pelanggan dan klien. Banyak calon klien yang hanya liat-liat saja,
bahkan rata-rata dari calon klien hanya meminta foto saja, dan
berdasarkan pengalaman hanya sekitar 50% saja pelanggan yang akan
lanjut sampai ke transaksi.
Selain dari demand yang tidak menentu tiap bulan, salah satu kendalanya
adalah agen penyalur saja tidak cukup untuk tetap menjalankan agency,
biasanya banyak agency yang juga merangkap menjadi EO atau Event
Organizer. Sehingga jelas saja banyak anggota SPG yang akan dipakai
sendiri di Event yang diatur sendiri.
Agency mengeluh, SPG tetap senang
Jika para pengusaha banyak yang mengeluh dengan usaha Agency, sebaliknya
pada SPG justru merasa senang, seperti perempuan-perempuan manis dan
seksi yang ada di ajang Indonesia Internasional Motor Show. Salah
satunya misalanya Inayah. Wanita seksi 24 tahun ini mengaku sudah tiga
tahun menjadi seorang SPG. Inayah mengaku sudah menjual berbagai macam
produk.
Inayah mengaku jika pendapatan sebagai seorang SPG sudah cukup lumayan.
Untuk satu shift kerja misalnya, Inayah mengaku mendapatkan uang sampai
1.000.000 rupiah untuk enam jam kerja. Meskipun kakinya pegel karena
harus berdiri, namun cewek berparas manis ini senang.











No comments:
Post a Comment