AYCS.COM, China - Sebuah penelitian yang dilakukan
pada pria di Cina membuktikan bahwa, pria akan berbuat licik dan curang
setelah melihat foto wanita seksi atau vulgar. Penelitian dilakukan di Taiwan's
National Sun Yat-sen University, melibatkan 74 pria. Mereka terbagi ke
dalam usia belasan dan dua puluhan.
Mengutip dari NZ Herald,
Selasa, 11 April 2017, peneliti memberikan tes kejujuran dimana dua
kelompok tersebut akan diberikan upah sebesar 120 dolar ketika selesai. Pada saat tes berlangsung salah satu kelompok ditampiklan gambar wanita vulgar dan kelompok yang lain foto wanita biasa.
Ketika tes berakhir, peneliti membagikan
upah dalam amplop, namun bukannya 120 dolar, uang yang ada dalam amplop
ternyata sebesar 170 dolar.
Faktanya, pria yang ditunjukkan lebih
dari dua kali gambar vulgar tidak mengembalikan kelebihan uang tersebut.
Hanya 54 persen yang bertindak jujur dan mengembalikan kelebihan uang
tersebut.
Kelompok lainnya yang tidak
diperlihatkan gambar vulgar menyerahkan uang lebih pada amplop mereka
lebih banyak, yaitu sebesar 78 persen.
Lain halnya dengan penelitian kedua yang dilakukan pada 90 pria di atas 30 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok akan
diperlihatkan gambar berbeda sebelum melakukan tes matematika, yaitu
gambar vulgar, gambar biasa, dan yang terakhir tidak diperlihatkan
gambar apapun.
Peserta tes diminta untuk menyelesaikan
soal matematika sebanyak mungkin dalam waktu lima menit. Setelah selesai
mereka diminta untuk mengoreksi jawaban mereka sendiri dan akan diberi
upah 50 sen setiap jawaban yang benar.
Mereka yang telah melihat gambar cabul umumnya menambahkan tiga jawaban benar pada tes yang mereka lakukan.
Sebuah tes lebih lanjut pada peserta
yang terdiri dari dua jenis kelamin, menunjukkan bahwa hanya laki-laki
yang cenderung kehilangan kontrol diri setelah melihat gambar yang
menggoda.
"Hasil ini membuktikan ada kaitannya
dengan seringnya menonton porno atau cabul dan ketidakjujuran menjadi
bagian dari rutinitas sehari-hari," Ujar Psikoseksual Konselor, Pauline
Brown.









No comments:
Post a Comment